Janji Setia di Tanah Para Dewa

Published on 13 May 2015

Ujian telah usai. Wajah sumringah dan berseri-seri mengembang dari raut suntuk siswa-siswi kelas sembilan SMP St. Bellarminus. Mereka berkumpul di depan saung untuk mendengarkan pengarahan dari Ibu Ch. Lady Suryani, selaku kepala sekolah. “ Pertama-tama, saya mewakili semua guru mengucapkan: Selamat, proficiat karena kalian telah menempuh ujian dengan baik. Kedua, tidak usah kiranya merayakan akhir dari Ujian Nasional ini dengan kegiatan yang tidak baik, seperti pawai maupun corat-coret. Ketiga, besok kita akan luapkan kegembiraan bersama di Bali.” Para siswa pun bersorak riang hingga suasana terasa gaduh.

Pagi harinya pukul 03.30 WIB, Willy telah mondar mandir di kampus St. Bellarminus. Lengkap dengan tas dan jaket merah “Alpha Victrix”. Ia tampak resah menunggu. Tak lama kemudian Affi pun datang yang kemudian disusul kawan-kawan yang lain. Tepat pukul 04.00 anak-anak diantar bus Angkatan Laut menuju bandara Soekarno Hatta. “Bus ini mengingatkan waktu camping kelas 7 ya..?” tanya Affi kepada pak Ponco selaku Pembina Pramuka. Mendengar pertanyaan itu, pak Ponco yang waktu itu sebagai coordinator bus hanya tertawa ngakak.

“Semua sudah berkumpul di bandara, tinggal pak Riu dan Nanda” kata pak Wahyu panik. Setelah mereka berdua hadir, pesawat segera menerbangkan keluarga SMP Bellarminus ke Bali, pulaunya para Dewa.  Tanah Lot, Jimbaran, pantai Pandawa dan Kanaka serta museum tiga dimensi menjadi saksi kegembiraan para siwa-siswi. Acara puncakpun digelar di ballroom hotel Ibis, Banoa Bali. Di acara perpisahan ini, anak-anak diajak merenungkan kembali perjalanan mereka di SMP, sejak masa-masa awal sekolah di Bellarminus hingga Ujian Nasional berakhir. Ada suka dan duka bermunculan silih berganti. “Berat melepas kalian, sebab kalian termasuk angkatan istimewa, anak-anak manis yang cerdas; angkatan yang kreatif” kata bu Lady sambil berkaca-kaca menahan air mata.

Mewakili orangtua siswa; Ayah dari Joel Sianturi, Samuel. T, dan Alam menyampaikan rasa terimakasihnya untuk sekolah yang telah mendampingi, mendidik dan membina karakter anak-anak mereka. “saya berpesan bentuklah ikatan alumni, sebab kelak hal itu berguna untuk kalian” kata Bpk. Trimedia Panjaitan. “Saya melihat SMP ini sudah baik dalam banyak hal. Tolong pertahankan yang sudah baik!” tambahnya sebagai pesan untuk keluarga besar SMP St. Bellarminus. Akhirnya, di tanah para dewa ini pun anak-anak berjanji untuk menjunjung tinggi nama baik almamater dimanapun kelak mereka berada, membangun komunikasi sesama alumni, dan menjadi mitra pengembangan sekolah St. Bellarminus.  Acara dilanjutkan dengan performance per kelas. Hasilnya sungguh diluar dugaan, mereka manampilkan pementasan yang unik dan kreatif. Acara itu akhirnya ditutup dengan penampilan Oksigen Band (O2) (bandnya guru-guru) yang ketika menyanyi,  berubahlah jadi Karbondioksida Band (CO2), soalnya rada-rada fals. (ant)